DKI Jakarta – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menyiapkan sarana dan juga prasarana pelabuhan yang digunakan dikelola untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan impor komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS).
Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengemukakan di Pelabuhan Tanjuk Priok, Jakarta, Jumat, memaparkan kebijakan tarif nol persen dari Amerika Serikat menggerakkan prediksi meningkatnya masuknya unsur pangan seperti gandum juga kedelai ke Indonesi melalui pelabuhan curah serta petikemas.
"Selain pada di tempat ini (Pelabuhan Tanjung Priok) kita ada punya pelabuhan dalam Banten, gandum, itu kita punya khusus curah di dalam sana, itu yang harus kita siapkan, mengantisipasi apabila impor terhadap barang-barang komoditi yang dimaksud meningkat dengan pesat," kata Indra.
Meski ketika ini belum terlihat lonjakan signifikan, ia mengemukakan PTP permanen bersiap menghadapi peluang lonjakan arus barang dengan syarat Amerika utamanya komoditas pangan.
Langkah strategis yang tersebut diwujudkan mencakup kesiapan dermaga, lapangan penumpukan, dan juga alat berat seperti crane, forklift, truk dan juga prasarana logistik lainnya untuk memperlancar distribusi.
"Langkah antisipasinya adalah kita menyiapkan prasarana serta sarana. Prasarana itu misalnya dermaga, lapangan penumpukan," ujar dia.

Ia mengutarakan alat berat bukanlah komoditas utama ekspor Indonesi ke Amerika, namun keinginan impor unsur pangan dari Amerika Serikat berpeluang meningkat pasca kebijakan perdagangan baru diberlakukan.
"Yang mungkin saja kita penting antisipasi adalah sewaktu barang dari Amerika masuk ke di sini itu nol persen seperti gandum, kedelai akan cukup sejumlah masuk ke Indonesia," ujar dia.
Gandum berubah jadi salah satu komoditas yang diprediksi meningkat volumenya serta akan masuk melalui pelabuhan curah di dalam Banten dan juga sarana pendukung lain yang dikelola oleh PTP.
Indra memaparkan PTP optimistis Indonesi akan mengambil kegunaan maksimal dari situasi tersebut, dengan terus menyimpan kelancaran arus logistik serta kesiapan operasional pada semua lini pelabuhan nonpetikemas.
"Kami harapkan itu berubah menjadi suatu hal yang digunakan positif, buat kita, buat Indonesia. Dan yang dimaksud saya lihat sebenarnya kan kebanyakan dari Amerika itu masuk ke di tempat ini itu adalah bahan-bahan pokok yang mana khususnya untuk pangan," kata Indra.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari PTP Nonpetikemas antisipasi lonjakan impor komoditas pangan dari AS