DKI Jakarta – PT PLN (Persero) merombak jajaran direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Pertanggungjawaban Tahunan (RUPS LPT) Tahun Buku 2024, namun Darmawan Prasodjo kekal menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
“Ada pergantian dua orang, pergantian dua khalayak direksi. Direktur retailnya diganti, kemudian direktur pembangkit juga diganti,” ucap Komisaris Independen PLN Andi Arief saat dijumpai pasca RUPST PLN di dalam Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.
Dengan demikian, dua direksi yang mana diganti adalah Direktur Retail kemudian Niaga Edi Srimulyanti juga Direktur Manajemen Pembangkitan Adi Lumakso.
Akan tetapi, ia belum mengungkapkan siapa alternatif dari kedua direksi tersebut.
Terkait dengan direktur utama dan juga komisaris utama, Andi menyampaikan tak ada pergantian.
“Nggak ada (pergantian direktur utama), komisaris utama tetap,” kata Andi.
Selain inovasi direksi, Andi juga menyampaikan bahwa RUPST menambah satu direktur PLN, yakni direktur teknologi.
“Direksi ada penambahan satu direksi, direksi teknologi,” ucapnya.
Lebih lanjut, salah satu badan komisaris juga diganti. Andi mengungkapkan bahwa Komisaris PT PLN (Persero) Susiwijono Moegiarso diganti dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Tanah Air Bambang Eko Suhariyanto.
“Susiwijono diganti dengan Wamen Sesneg,” kata Andi.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga memaparkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan mencetak pendapatan sebesar Rp545,4 triliun sekaligus menjadi rekor tertinggi pada sejarah perseroan.
Angka ini meningkat 11,9 persen secara year on year dibanding tahun sebelumnya dan juga menghasilkan kembali laba bersih mencapai Rp17,76 triliun.
Sepanjang 2024, PLN berhasil membukukan perdagangan tenaga listrik sebesar 306,22 tera watt hour (TWh) atau meningkat 6,17 persen dibandingkan dengan realisasi 2023.
Capaian ini juga setara 102,08 persen dari target yang tersebut ditetapkan pemerintah sebesar 299,99 TWh.
Penjualan tenaga listrik ini bermetamorfosis menjadi penopang utama pendapatan perseroan yang mana mencapai Rp353,17 triliun, meningkat dari Rp333,19 triliun pada tahun sebelumnya. Pada 2024, perdagangan listrik didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 43 persen, disusul sektor lapangan usaha 30 persen, sektor industri 19 persen, lalu sektor lainnya 8 persen.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari PLN rombak direksi, Darmawan tetap jadi Direktur Utama