Ibukota Indonesia – Kepelatihan Persijap Jepara Mario Lemos mengakui penggawa asuhannya kurang bisa jadi bersaing pada Super League musim ini.
Laman I.League pada hari terakhir pekan menyebutkan Lemos mengamati kenyataan itu semakin terlihat pada pertandingan menghadapi Semen Padang sewaktu dia kalah 1-2.
"Jujur hanya kami bukanlah regu yang tersebut bagus ke Super League. Ditambah lagi main dengan 10 orang, ini sangat sulit," kata Lemos.
Persijap yang mana dibobol Pedro Matos juga Armando Oropa harus bermain dengan 10 pemukim sejak menit ke-24 akibat kartu merah untuk Najeeb Yakubu. Sudi Abdallah menyumbangkan satu gol terhadap Persijap.
"Kalau kita dapat kartu merah di menit awal pertandingan, ini akan memproduksi kita sulit. Hal ini memperkecil potensi meraih kemenangan laga," sambung dia.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menafsirkan timnya kerap gagal memaksimalkan kesempatan dan juga kembali menyoroti kualitas pemain-pemainnya.
"Kita tak mampu memaksakan kualitas pemain untuk ke level berbeda," kata Lemos. "Sebenarnya kasihan juga dipaksa meninggal level, padahal merek belum bisa saja di dalam level ini."
Persijap etap di dalam zona degradasi pada sikap ke-16 dengan delapan poin dari 12 pertandingan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari Pelatih nilai pemain-pemain Persijap kurang bersaing