Ibukota – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan empat komponen penentu keberhasilan angkutan Lebaran 2026, guna melakukan konfirmasi kelancaran dan juga keselamatan warga selama periode tersebut.
Menhub menyebutkan empat factor itu meliputi keselamatan dan juga keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan juga kolaborasi, dan juga kewaspadaan terhadap ketidakpastian juga peluang kelainan di lapangan.
"Sehingga dengan itu kami berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub di penjelasan pada Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan Kementerian Perhubungan telah dilakukan menyelenggarakan Rapat Sinkronisasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.
Menhub menegaskan, aspek keselamatan kemudian keamanan merupakan prioritas utama yang digunakan harus diwujudkan melalui langkah antisipatif lalu mitigasi guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.
Berikutnya, Menhub juga menekankan pentingnya perhatian terhadap hal detail di setiap tahapan persiapan.
Walaupun merupakan tradisi tahunan pada mengawal penyelenggaraan angkutan Lebaran, namun ia berharap hal-hal kecil juga harus berubah jadi perhatian kemudian tak menganggap remeh terhadap hal-hal kecil.
Selanjutnya ia menekankan pentingnya sinergi serta kolaborasi yang mana solid antarpemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi yang tersebut kuat berubah menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran.
“Sinergi kemudian kolaborasi sebagaimana yang mana saya saksikan pada waktu malam hari ini serta Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid juga sinergi yang digunakan kuat antara seluruh pemangku kepentingan," ucap Menhub.
Dia mengaku sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah dilakukan melakukan sejumlah koordinasi serta sinergi dengan beraneka kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan juga pemangku kepentingan terkait.
Dudy sudah melakukan koordinasi dengan sebagian kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, Kemenko PMK, Kemen PANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, juga TNI kemudian Polri.
Dilakukan juga koordinasi dengan beberapa orang pemerintah wilayah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinasi yang dimaksud menciptakan beberapa jumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, pemakaian masjid sebagai rest area.
Selain itu penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan dalam area seperti perlintasan sebidang, pangsa tumpah, juga posisi wisata.
Adapun factor terakhir yang dimaksud ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian serta prospek gangguan jiwa dalam lapangan.
"Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang mana dapat berlangsung kapan saja, berpotensi mengakibatkan gangguan mental pada transportasi,” tegasnya.
Dudy berharap agar keempat unsur yang disebutkan dapat diimplementasikan secara konsistensi oleh seluruh pihak.
"Harapan kita bersama, jikalau keempat factor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukanlah tidak ada kemungkinan besar tujuan kita bersatu yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya.
Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan dan juga berpesan pada pada waktu pelaksanaan angkutan Lebaran 2026, harus dilaksanakan antisipasi posisi kemacetan yang terbentuk di jalur arteri seperti bursa tumpah.
Setidaknya, kedudukan yang perlu diantisipasi terdapat pada empat lokasi ke Banten, 25 kedudukan dalam Jawa Barat, 12 tempat kejadian di Jawa Tengah, enam lokasi di Yogyakarta, dan juga sembilan area ke Jawa Timur. Begitu juga dengan wilayah lain yang tersebut berkemungkinan mengalami kemacetan oleh sebab itu pangsa tumpah.
Adapun antisipasi kemacetan dapat dijalankan dengan menguatkan koordinasi kemudian antisipasi lokasi lingkungan ekonomi tumpah, dan juga pengendalian lalu pengaturan hambatan samping pada jalan nasional seperti kios tukang jualan dan juga alat transportasi tradisional becak kemudian delman.
Kemudian menurut Menhub, hal yang dimaksud perlu diantisipasi lainnya adalah peningkatan arus di dalam tempat wisata. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan signifikan di dalam Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan juga Jawa Timur.
"Pergerakan ini biasanya terbentuk pasca hari pertama Lebaran. Perlu disiapkan manajemen arus setelah itu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari juga ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari Menhub tekankan empat faktor penentu keberhasilan angkutan Lebaran