Kisah Bos KakaoTalk, Pengajar Les Privat hingga Manipulasi Saham

Kisah Bos KakaoTalk, Pengajar Les Privat hingga Manipulasi Saham

Jakarta — Konglomerat internet selama Korea Selatan (Korsel) sekaligus pendiri KakaoTalk Kim Beom-su malah pernah terseret skandal pada 23 Juli 2024.

Mengutip The Financial Times, Rabu (27/8/2025), Beom-su yang tersebut juga dikenal dengan nama Brian Kim, sudah ada kenyang dengan pengalaman hidup susah. Keluarganya berbagi kamar tidur pada sebuah rumah kecil ke lingkungan miskin dalam Seoul.

Orang tuanya berjuang keras mencari nafkah. Beom-su adalah pendatang pertama ke keluarganya yang mengenyam sekolah hingga jenjang universitas, juga ia membiayai kuliahnya dengan menjadi guru les privat.

Ia memulai karir sebagai engineer software Samsung SDS, unit layanan IT di dalam Samsung. Selanjutnya ia mengundurkan diri dari dari Samsung setelahnya bekerja selama lima tahun untuk membuka warnet.

Sambil mengembangkan warnetnya, ia kemudian meluncurkan portal game online Hangame, yang tersebut kemudian bergabung dengan mesin pencari Naver bermetamorfosis menjadi web portal dominan Korea Selatan, NHN.

Setelah mengawasi NHN selama lima tahun, ia pindah ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) pada tahun 2005 untuk memperluas eksistensi perusahaannya pada AS. Namun, hal itu lebih besar sulit dari yang ia bayangkan. Akhirnya Beom-su meninggalkan NHN lalu memulai usaha lain.

Pada tahun 2007, iPhone pertama dirilis. Beom-su yang mana pada waktu itu sedang berada pada California terpukau dengan smartphone tersebut. Dia dan juga anggota Iwilab (sekarang Kakao) yang beliau dirikan pada tahun 2006, mengembangkan aplikasi mobile messenger untuk barang seluler baru.

Saat itu sudah ada mengamati ke depan serta percaya bahwa smartphone akan digunakan sebagai alat komunikasi utama ke masa depan. Menurut The Korea Herald, Beom-su akhirnya mengembangkan KakaoTalk yang tersebut kemudian bergabung dengan portal web Daum menjadi Kakao.

Sempat banyak dilaporkan Korea Times, Beom-su mempekerjakan putranya Kim Sang-bin juga putrinya Kim Ye-bin untuk bekerja di K Cube Holdings, perusahaan induk Kakao, pada tahun 2020.

Namun, pengadilan Seoul mengumumkan ada manipulasi yang mana diwujudkan pada harga jual saham selama pembelian perusahaan besar K-pop SM Entertainment.

Mengutip AFP, ia berisiko melarikan diri juga menghancurkan barang bukti. “Pihak berwenang juga sudah menginterogasi eksekutif Kakao lainnya,” kata jaksa.

“Saya yakin faktanya akan terungkap pada akhirnya sebab saya tak pernah memerintahkan atau menoleransi aktivitas ilegal apa pun,” kata Kim, menurut siaran pers yang dimaksud dikirimkan perusahaan tersebut.

Para ahli mengemukakan penangkapan sanggup mengakibatkan hambatan ke perusahaan. Grup akan berisiko dikarenakan tak ada pemimpin dalam Kakao.

“Inovasi berbasis Artificial Intelligence Kakao kemungkinan akan menemui kesulitan dikarenakan ketidakhadiran pimpinan perusahaan, serta grup yang dimaksud harus memfokuskan upayanya untuk menghilangkan risiko total kemudian risiko yudisial,” kata profesor hukum pada South Universitas Gachon Korea, Choi Kyoung-jin.

“Risiko grup akibat ketidakhadiran pemimpin pada Kakao kemungkinan besar akan berlanjut di jangka waktu yang dimaksud cukup lama,” tambahnya.

Kakao sendiri didirikan tahun 2010. Korporasi berprogres berubah menjadi kerajaan yang mana luas juga mempunyai berbagai bisnis, mulai dari bank online besar hingga perangkat lunak pemanggil taksi terbesar pada Korsel sesudah itu perangkat lunak perbincangan KakaoTalk.

Sementara SM Entertainment merupakan perusahaan dengan portofolio hiburan yang mana luas, mencakup label musik serta manajemen bakat. Di bursa Korea, ini tercatat di bursa dengan 39,87% saham pengendali.

Dalam perkara ini, jaksa menuduh Kakao membeli saham SM senilai 240 miliar won (Rp 2,8 triliun) berjumlah 553 kali pada bulan Februari 2023 dengan nilai yang mana melambung “dalam upaya yang disengaja” untuk menggagalkan tawaran pengambilalihan oleh HYBE. Perusahaan HYBE adalah agensi artis dan juga penyanyi Korsel, ke mana grup K-pop BTS bernaung.

HYBE awalnya telah dilakukan membeli 14,8% saham dari pendiri SM, Lee Soo-man, serta mengusulkan membeli lebih banyak sejumlah saham dengan nilai setiap-tiap 120.000 won. Namun membatalkan usahanya setelahnya biaya saham SM melonjak.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Daftar Raja Properti pada RI 2025

Artikel ini disadur dari Kisah Bos KakaoTalk, Pengajar Les Privat hingga Manipulasi Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *