Semarang – Komite Eksekutif (Exco) PSSI Pusat Kairul Anwar mendeklarasikan diri untuk progresif pada kompetisi pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Kairul Anwar di dalam Semarang, Rabu, ada sebagian kegiatan yang tersebut ia siapkan pada visi misi untuk pencapaian prestasi cabang olahraga sepak bola selama lima tahun apabila terpilih.
Di antaranya adalah pengembangan sumber daya manusia dalam bidang sepak bola, meningkatkan profesionalisme seluruh pelaku sepak bola baik secara teknis kemudian nonteknis.
Kemudian, melakukan pelatihan, pendidikan, sertifikasi juga pembinaan yang tersebut berkelanjutan agar sepak bola pada Jateng berprestasi lalu memiliki tata kelola yang tersebut modern juga berdaya saing tinggi.
"Kita harus memulihkan Jawa Tengah sebagai barometer pembinaan sepak bola nasional," kata Kairul menegaskan.
Untuk pengelolaan organisasi, ia mengusung jargon TARIK. TARIK merupakan akronim dari Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi serta Keadilan.
Sebagai bagian dari Komisi Disiplin PSSI Pusat, ia juga bertekad mewujudkan kompetisi yang berkualitas.
"Bagaimana kompetisi berlangsung tambahan profesional, menarik, adil, kemudian memunculkan prestasi yang digunakan berkelanjutan? Tentunya perlu dilaksanakan pembenahan menyeluruh terhadap seluruh unsur penyelenggaraan pertandingan, mulai dari teknis, manajemen, infrastruktur, hingga aspek ekonomi," kata Kairul Anwar.
Sementara di dalam sisi pembinaan, ia memiliki target menguatkan rekrutmen para talenta muda. "Termasuk bagi sepak bola putri, yang sekarang semakin menunjukkan tren peningkatan," kata dia.
Sehingga, kompetisi yang berkelanjutan di kelompok usia baik pria maupun putri, berubah menjadi salah satu target pembinaan ke depan dalam Jateng.
"Asprov, pemerintah daerah, serta pihak swasta harus menjalin kemitraan yang digunakan strategis. Termasuk di konstruksi infrastruktur dalam sepak bola Jawa Tengah, baik fisik maupun nonfisik," kata dia.
Untuk itu, ia menghadirkan semua pihak mendirikan sepak bola Jawa Tengah yang tersebut bersih dari konflik, bebas dari intervensi juga menjunjung lebih tinggi integritas serta sportivitas.
"Jangan lupa, tahun 2028 ada PON pada NTT juga NTB. Jateng harus ada target prestasi pada sepak bola, jadi tidak ada lagi sekadar berubah menjadi penggembira," katanya menegaskan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari Exco PSSI Kairul Anwar siap maju di pemilihan Ketua Asprov PSSI Jateng