Pengelola Kalbar harapkan kesejahteraan petani meningkat

Pengelola Kalbar harapkan kesejahteraan petani meningkat

Pontianak – Pemuka Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menyampaikan harapan agar kesejahteraan petani semakin meningkat, seiring dengan keberhasilan panen raya jagung serentak kuartal II yang mana dipimpin segera oleh Presiden Prabowo Subianto, dalam Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Daerah Bengkayang.

"Kemarin, kita sangat bersyukur melawan kunjungan perdana Presiden Prabowo ke Kalimantan Barat sejak dilantik, untuk itu kami menyampaikan terima kasih juga kebanggaan melawan perhatian Presiden terhadap penguatan pangan pada Kalbar," kata Ria Norsan, di dalam Pontianak, Jumat.

Read More

Ia menyebutkan, capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh stakeholder, di antaranya forkopimda serta jajaran kementerian dan juga institusi terkait, pada mengupayakan kegiatan ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah semua stakeholder telah dilakukan menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga keberhasilan ini tidaklah semata-mata menguatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga berdampak segera pada peningkatan pendapatan dan juga kesejahteraan petani kita dalam Kalimantan Barat," kata beliau lagi.

Panen raya jagung yang disebutkan juga dihadiri oleh secara serentak oleh 12 kepolisian wilayah (polda) ke Indonesia. Selain itu, Presiden Prabowo juga meresmikan pabrik dryer jagung lalu menjadi pemimpin seremoni peletakan batu pertama penyelenggaraan 18 gudang jagung oleh Polri, juga pelepasan ekspor perdana jagung ke Kuching, Malaysia.

Gudang yang digunakan dibangun dalam Bengkayang miliki kapasitas penyimpanan hingga 5.000 ton, dan juga kapasitas pengolahan mencapai 300 ton per hari. Infrastruktur ini diharapkan berubah menjadi pusat distribusi hasil pertanian petani lokal juga menggalakkan peningkatan nilai perekonomian jagung dalam Kalimantan Barat.

Presiden Prabowo pada sambutannya mengapresiasi jajaran Polri, TNI, dan juga seluruh pihak yang telah lama berkontribusi pada penguatan sektor pangan. Ia menekankan pentingnya swasembada pangan bagi kemandirian bangsa.

"Swasembada pangan adalah kunci dari kemerdekaan. Tidak ada bangsa yang sungguh-sungguh merdeka apabila bukan bisa saja memenuhi keperluan pangannya sendiri. Saya tidaklah akan tenang sebelum Indonesi swasembada pangan, dan juga itu harus dimulai dari setiap provinsi serta pulau," kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan bahwa panen jagung yang dimaksud dijalankan ini adalah bukti dari awal keberhasilan yang harus terus ditingkatkan. Ia memiliki target Nusantara tak lagi mengimpor jagung mulai tahun 2026.

"Tahun tak lama kemudian kita masih impor jagung sekitar 500.000 ton. Tahun 2026 kita harus ekspor. Saya diberi jaminan oleh dua tokoh besar, Menteri Pertanian kemudian Kapolri bahwa kita akan mampu mencapainya," katanya lagi.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa total luas panen raya jagung kuartal II tahun ini mencapai 344.524 hektare, dengan estimasi hasil panen antara 1,78 hingga 2,54 jt ton secara nasional. Di Kalimantan Barat, panen diwujudkan di lahan seluas 2.504 hektare, di antaranya 218 hektare ke Bengkayang.

"Dengan bertambahnya luas lahan, kami memfasilitasi konstruksi gudang juga pabrik pengolahan jagung oleh PT Pangan Merah Putih. Ini adalah bagian dari strategi besar memperkuat acara ketahanan pangan nasional," ucapannya pula.

Diharapkan, keberhasilan ini dapat bermetamorfosis menjadi titik tolak Kalimantan Barat sebagai salah satu lumbung jagung nasional serta meningkatkan kekuatan partisipasi tempat di menciptakan ketahanan pangan yang tersebut berkelanjutan.

Artikel ini disadur dari Gubernur Kalbar harapkan kesejahteraan petani meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *